Showing posts with label ahkamul janaiz wa bida'uha. Show all posts
Showing posts with label ahkamul janaiz wa bida'uha. Show all posts

Sunday, 30 April 2017

Pengantar pada Cetakan Terbaru | Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Ahkaamul Janaa-iz wa Bida'uha.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah.

Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah.

Pengantar pada Cetakan Terbaru (1).

Segala puji hanya bagi Allah. Kepada-Nya kita memanjatkan pujian dan memohon pertolongan. Dan kita juga berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita sendiri dan keburukan amal perbuatan kita. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak akan ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang berhak diibadahi (dengan benar)) selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Amma ba'du:

Ini merupakan cetakan terbaru dari bukuku, yang insya Allah bermanfaat, yang berjudul Ahkaam al-Janaa-iz, dengan warna baru yang menarik hati pembacanya, memberi manfaat bagi pengkaji dan para penuntut ilmu.

Pada cetakan kali ini telah dilakukan beberapa perubahan dan tambahan yang perlu untuk dijelaskan dan diberitahukan kepada para pembaca, yang tercakup ke dalam beberapa point berikut ini:

1. Tambahan beberapa faidah di bidang ilmu fiqih dan hadits.

2. Pemindahan catatan kaki dalam jumlah yang cukup besar ke dalam isi buku, sehingga sampai ke pemikiran para pembaca.

3. Memberikan perhatian tersendiri pada tulisan buku, baik menyangkut kata maupun hurufnya.

4. Perbaikan terhadap beberapa bagian yang kurang tepat, kemudian aku menyadari hal tersebut atau diberitahu oleh orang lain.

5. Membuat daftar isi ilmiah yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca sekaligus mempermudah untuk mengambil keuntungan dari pembahasan buku dan permasalahannya.

Dan beberapa perubahan dan tambahan lainnya yang bisa memperindah mata dan juga bisa diambil manfaatnya oleh akal pikiran.

Yang tidak kalah pentingnya untuk disebutkan adalah bahwa dengan penampilan terbaru seperti ini serta dengan beberapa tambahan, cetakan ini menghapuskan seluruh cetakan sebelumnya, dan menjadi hak murni Maktabah al-Ma'arif, ar-Riyadh, yang tidak dimiliki pihak lainnya.

Semoga Allah senantiasa meluruskan langkah kita menuju kepada kebenaran.

Mudah-mudahan shalawat, salam serta berkah selalu terlimpahkan kepada Nabi kita, Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarga dan para Shahabatnya.

"Mahasuci Engkau, ya Allah, dan segala puji hanya milik-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi (dengan benar)) melainkan hanya Engkau. Aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu."

2/4/1412 H.
Muhammad Nashiruddin al-Albani.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Catatan Kaki:

(1) Dari Penerbit kitab asli.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Ahkaamul Janaa-iz wa Bida'uha, Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, Penerbit: Maktabah al-Ma'arif, Riyadh - Saudi Arabia, Cetakan I, Tahun 1412 H/ 1993 M, Judul terjemahan: Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M., Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i - Indonesia, Cetakan Pertama, Muharram 1426 H/ Maret 2005 M.

Istilah-istilah Hadits | Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Ahkaamul Janaa-iz wa Bida'uha.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah.

Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah.

Istilah-istilah Hadits.

1. 'Illat: Cacat hadits.

2. Syadz: Riwayat rawi yang menyelisihi riwayat rawi lain yang lebih kuat.

3. Tadlis: Memperlihatkan bagusnya sanad dengan menyembunyikan cacatnya.

4. Mudallis: Pelaku Tadlis.

5. Marfu': Yang disandarkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan maupun sifat.

6. Mauquf: Yang disandarkan kepada Shahabat.

7. Mursal: Yang disandarkan oleh Tabi'in langsung kepada Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam).

8. Mu'allaq: Hadits yang dihilangkan awal sanadnya 1 atau 2 atau lebih secara beruntun.

9. Ta'liq: Mu'allaq.

10. Mudhtharib: Riwayat yang saling berbeda dengan kekuatan yang sama dan tidak dapat dijamak (digabung) ataupun ditarjih (dikuat salah satunya).

11. Musnad: Yang bersambung sanadnya secara marfu'.

12. Mutaba'ah: Riwayat rawi lain yang sama lafazh atau maknanya dimana Shahabat yang meriwayatkannya sama. (Sanadnya berbeda setelah Shahabat).

13. Syahid: Riwayat rawi yang lain sama lafazh atau maknanya tapi Shahabat yang meriwayatkannya berbeda.

14. Tabi' atau Mutabi': Pelaku Mutaba'ah.

15. Mutaba'ah: Riwayat penyerta/ penguat dari jalan yang berbeda setelah urutan Shahabat.

16. Maqrun: Dibarengi dengan rawi lain.

17. Sanad atau Isnad: Rantai rawi yang menyampaikan kepada matan Isnad.

18. Matan: Isi hadits.

19. Mastur atau Majhul hal: Rawi yang meriwayatkan darinya dua/ lebih, tapi tidak ada yang menganggapnya tsiqah.

20. Majhul 'Ain: Rawi yang meriwayatkan darinya 1 rawi saja, tapi tidak ada yang menganggap tsiqah. (Dimutlakkan padanya Majhul).

21. Mubham: Rawi yang tidak disebut namanya.

22. Muhmal: Rawi yang tidak disebut nasabnya.

23. Mu'dhal: Hadits yang dihilangkan sanadnya 2 rawi atau lebih secara berurutan.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Ahkaamul Janaa-iz wa Bida'uha, Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, Penerbit: Maktabah al-Ma'arif, Riyadh - Saudi Arabia, Cetakan I, Tahun 1412 H/ 1993 M, Judul terjemahan: Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M., Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i - Indonesia, Cetakan Pertama, Muharram 1426 H/ Maret 2005 M.

Daftar Isi | Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Ahkaamul Janaa-iz wa Bida'uha.

Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah.

Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah.

Daftar Isi.

Istilah-istilah Hadits

Pengantar Cetakan Terbaru

Pendahuluan

Bab I: Yang Wajib Dikerjakan oleh Orang yang Sedang Sakit

Bab II: Mentalqin Orang yang Sedang Sakaratul Maut

Bab III: Yang Harus Dikerjakan Orang-orang yang Hadir Setelah Seseorang Meninggal Dunia

Bab IV: Hal-hal yang Boleh Dikerjakan oleh Orang-orang yang Hadir

Bab V: Hal-hal yang Wajib Dikerjakan oleh Kerabat Orang yang Meninggal

Bab VI: Hal-hal yang Haram Dikerjakan oleh Kerabat Mayit

Bab VII: Penyampaian Berita Kematian yang Dibolehkan

Bab VIII: Tanda-tanda Husnul Khatimah

Bab IX: Pujian Orang pada Mayit

Meninggal Dunia pada Saat Gerhana

Bab X: Memandikan Jenazah

Bab XI: Mengkafani Mayat

Bab XII: Mengusung dan Mengantar Jenazah

Bab XIII: Shalat Jenazah

Bab XIV: Pemakaman dan Hal-hal yang Berkenaan Dengannya

Bab XV: Ta'ziyah

Bab XVI: Hal-hal yang Dapat Dimanfaatkan oleh Orang yang Sudah Meninggal

Bab XVII: Ziarah Kubur

Bab XVIII: Hal-hal yang Haram Dilakukan di Kuburan

Bab XIX: Beberapa Praktek Bid'ah Seputar Masalah Jenazah

Sebelum Kematian

Setelah Kematian

Memandikan Jenazah

Mengkafani dan Memberangkatkan Jenazah

Menshalatkan Jenazah

Pemakaman dan Pengiringannya

Ta'ziyah dan Penyertaannya

Ziarah Kubur

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Ahkaamul Janaa-iz wa Bida'uha, Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, Penerbit: Maktabah al-Ma'arif, Riyadh - Saudi Arabia, Cetakan I, Tahun 1412 H/ 1993 M, Judul terjemahan: Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M., Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi'i - Indonesia, Cetakan Pertama, Muharram 1426 H/ Maret 2005 M.